LAPORAN
PRAKTIKUM KIMIA
LARUTAN
PENYANGGA
Nama
: Mohammad Toha Wismantaraharjo.
Kelas
: XI IPA II
Sekolah
: SMAN 5 Palangkaraya.
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke-hadirat Allah SWT atas
segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya, saya yang masih dalam tahapan belajar
ini dapat menyelesaikan laporan kimia tentang larutan penyangga (buffer).
Dalam makalah ini kami menjelaskan mengenai penjelasan
secara singkat tentang larutan penyangga (buffer). Ada pun tujuan saya menulis
laporan ini yang utama untuk memenuhi tugas sekolah dari guru pembimbing saya.
Saya menulis laporan ini untuk mengetahui lebih rinci mengenai larutan
penyangga (buffer).
Saya mengucapkan banyak terimakasih kepada yang telah
meluruskan praktikum saya. Saya menyadari laporan ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh sebab itu diharapkan kritik dan saran pembaca demi
kesempurnaan laporan saya ini untuk ke depannya. Semoga laporan
ini bermanfaat bagi kita semua terutama
bagi pembaca khususnya siswa-siswi SMA Negeri 5 Palangkaraya.
Akhir kata, saya sampaikan terima kasih kepada semua pihak
yang telah berperan serta dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir.
Semoga Allah SWT senantiasa meridhai segala usaha kita. Amin.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Larutan penyangga sangat penting dalam
kehidupan: misalnya dalam analisis kimia, biokimia, bakteriologi, zat warna,
fotografi, dan industri kulit. Dalam bidang biokimia, kultur jaringan dan
bakteri mengalami proses yang sangat sensitif terhadap perubahan pH. Darah
dalam tubuh manusia mempunyai kisaran pH 7,35 sampai 7,45 dan apabila pH darah
manusia di atas 7,8 akan menyebabkan organ tubuh manusia dapat rusak, sehingga
harus dijaga kisaran pHnya dengan larutan penyangga.
Untuk menjaga pH larutan agar tidak
mengalami perubahan yang mencolok, digunakan zat-zat yang bersifat penyangga. Larutan penyangga atau larutan buffer adalah larutan
yang dapat mempertahankan pH pada kisarannya. Jika pada suatu larutan penyangga
ditambah sedikit asam atau ditambahkan sedikit basa atau diencerkan, maka pH
larutan tidak berubah.
Oleh karenanya, pada percobaan ini akan
digunakan larutan penyangga dari asam lemah (CH3COOH) dengan
garamya/basa konjugasi(CH3COONa) dan digunakan basa lemah(NH3)
dengan garamnya/asam konjugasi(NH4Cl) untuk menunjukkan sifat-sifat
larutan penyangga
1.2 Rumusan masalah
Bagaimana membuktikan sifat-sifat larutan
penyangga ?
1.3 Tujuan
Untuk mengetahui nilai pH dan sifat asam
basa dalam larutan penyangga.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1
Prinsip Kerja Larutan Penyangga.
Sebenarnya penambahan
sedikit asam, basa, atau pengenceran pada larutan penyangga menimbulkan sedikit
perubahan pH (tetapi besar perubahan pH sangatlah kecil) sehingga pH larutan
dianggap tidak bertambah atau pH tetap pada kisarannya. Namun, jika asam atau
basa ditambahkan ke larutan bukan penyangga maka perubahan pH larutan akan
sangat mencolok. Prinsip kerja dari larutan penyangga yang dapat mempertahankan
harga pH pada kisarannya adalah sebagai berikut.
a. Larutan Penyangga Asam HA/A -
HA (aq) --> A - (aq) +
H + (aq)
Jika ditambah sedikit asam kuat (H + )
Ion H + dari asam kuat
akan menaikkan konsentrasi H + dalam larutan, sehingga
reaksi kesetimbangan larutan terganggu; reaksi akan bergeser ke kiri. Namun,
basa konjugasi (A - ) akan menetralisir H + dan
membentuk HA
A - (aq) +
H + (aq) → HA (aq)
sehingga pada kesetimbangan yang baru tidak
terdapat perubahan konsentrasi H + yang berarti, besarnya
pH dapat dipertahankan pada kisarannya.
Jika ditambah sedikit basa kuat (OH - )
Ion OH - dari basa
kuat akan bereaksi dengan H + dalam larutan, sehingga
konsentrasi H + menurun dan kesetimbangan larutan
terganggu. Oleh karena itu, HA dalam larutan akan terionisasi membentuk H + dan
A- ; reaksi kesetimbangan bergeser ke kanan
OH - (aq) +
H + (aq) → H 2 O (l)
HA (aq) → A - (aq) +
H + (aq)
sehingga, pada kesetimbangan yang baru
tidak terdapat perubahan konsentrasi H + yang nyata; pH
larutan dapat dipertahankan pada kisarannya. Asam lemah dapat menetralisir
penambahan sedikit basa OH- .
HA (aq) + OH - (aq) →
A - (aq) + H 2 O (l)
Jika larutan penyangga diencerkan
Pengenceran larutan merupakan penambahan
air (H 2 O) pada larutan. Air (H 2 O)
akan mengalami reaksi kesetimbangan menjadi H + dan OH -,
namun H 2 O yang terurai sangat sedikit. Jadi, konsentrasi
H + dan OH -sangat kecil, sehingga dapat
diabaikan.
b. Larutan Penyangga Basa B/BH +
B (aq) + H 2 O (l) BH + (aq) +
OH - (aq)
Penambahan sedikit asam kuat (H + )
H + dari asam kuat
dapat bereaksi dengan OH - pada larutan, sehingga
konsentrasi OH - menurun dan reaksi kesetimbangan akan
bergeser ke kiri. Basa lemah (B) dalam larutan akan bereaksi dengan H 2 O
membentuk asam konjugasinya dan ion OH - .
H + (aq) +
OH - (aq) → H 2 O (l)
B (aq) + H 2 O (l) →
BH + (aq) + OH - (aq)
Pada kesetimbangan yang baru tidak terdapat
perubahan pH yang nyata, besarnya pH dapat dipertahankan. Basa lemah dapat
menetralkan penambahan sedikit asam (H + ).
B (aq) + H + (aq) →
BH + (aq)
Penambahan sedikit basa kuat (OH - )
Adanya basa kuat (OH - )
dapat meningkatkan konsentrasi OH - dalam larutan,
sehingga reaksi kesetimbangan akan bergeser ke kiri. Namun adanya asam
konjugasi (BH + ) dapat menetralkan kehadiran OH - dan
membentuk B dan H 2 O. Sehingga pada kesetimbangan tidak
terdapat perubahan konsentrasi OH - yang nyata, dan pH
larutan dapat dipertahankan.
BH + (aq) +
OH - (aq) → B (aq) +
H 2 O (l)
Penambahan air (pengenceran)
Penambahan H 2 O dalam
larutan akan langsung terionisasi menjadi H +dan OH -,
namun konsentrasi H + dan OH - sangat
kecil, sehingga dapat diabaikan.
2.2 Larutan Penyangga.
Larutan penyangga atau larutan
buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan pH pada kisarannya.
Jika pada suatu larutan penyangga ditambah sedikit asam atau ditambahkan
sedikit basa atau diencerkan, maka pH larutan tidak berubah.
A. Larutan Penyangga Asam
Larutan ini dapat mempertahankan pH pada
daerah asam (pH < 7). Larutan penyangga asam terdiri dari asam lemah (HA)
dan basa konjugasinya (A - ). Larutan ini dapat dibuat
dengan mencampurkan larutan asam lemah dengan garamnya. Contoh, larutan
penyangga dari campuran asam asetat dengan natrium asetat. Persamaan reaksinya
adalah sebagai berikut.
CH 3 COOH (aq) -->
CH 3 COO - (aq) +
H + (aq)
Larutan ini juga dapat dibuat dari campuran
asam lemah dengan basa kuat, dengan catatan basa kuat harus habis bereaksi,
sehingga pada akhir reaksi hanya terdapat asam lemah dan garamnya (basa
konjugasinya).
CH 3 COOH (aq) +
NaOH (aq) --> CH 3 COONa (aq) +
H 2 O (l)
HA (aq) --> A - (aq) +
H + (aq)
Asam lemah Basa konjugasi
B. Larutan Penyangga Basa
Larutan ini dapat mempertahankan pH pada
daerah basa (pH > 7). Larutan penyangga basa terdiri dari basa lemah (B) dan
asam konjugasinya (BH + ). Larutan ini bisa dibuat dengan mencampurkan
larutan basa lemah dengan garamnya. Contoh, larutan penyangga dari campuran
amonia dengan amonium klorida. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut.
NH 3 (aq) +
H + (aq) --> NH 4 + (aq)
Larutan ini juga dapat dibuat dari campuran
basa lemah dengan asam kuat, dengan catatan asam kuat harus habis bereaksi,
sehingga pada akhir reaksi hanya terdapat basa lemah dan garamnya (asam
konjugasinya). Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut.
NH 3(aq) + HCl (aq) --> NH 4 Cl (aq)
reaksi kesetimbangan pada larutan penyangga
adalah sebagai berikut
B (aq) + H 2 O (l) -->
BH + (aq) + OH - (aq)
2.3 Fungsi
Larutan Penyangga Dalam Tubuh.
Dalam tubuh manusia terdapat sistem
penyangga yang berfungsi untuk mempertahankan harga pH.
Contoh :
- Dalam darah terdapat
sistem penyangga antara lain asam bikarbonat, hemoglobin, dan oksihemoglobin.
Karbon dioksida terbentuk secara metabolik dalam jaringan kemudian diangkut
oleh darah sebagai ion bikarbonat.
- Dalam sel
darah merah terdapat sistem penyangga sebagai berikut :
-H3PO4-
+ H2O --->HPO42- + H3O+
2.4 Rumus Umum Larutan Penyangga.
a. Larutan penyangga dari asam lemah dan basa konjugasinya ( Buffer Asam
)
Rumus : [ H+ ] =Ka.na/nbk
nbk = jumlah mol
basa konjugasi
.....
.....na
= jumlah mol asam lemah
.......... Ka = tetapan ionisasi asam lemah
.......... Ka = tetapan ionisasi asam lemah
b. Larutan penyangga dari basa lemah
dan asam konjugasinya ( Buffer Basa)
Rumus : [OH- ] = Kb.nb/nak
............nak
= jumlah mol asam konjugasi
. .......... Kb = tetapan ionisasi basa lemah
......... .. nb = jumlah mol basa lemah
. .......... Kb = tetapan ionisasi basa lemah
......... .. nb = jumlah mol basa lemah
c. Larutan penyangga dari asam lemah
dan basa konjugasinya ( Buffer Asam )
Rumus : [ H+
] = Ka.na/nbk
... nbk
= jumlah mol basa konjugasi
......... na
= jumlah mol asam lemah
.. .......Ka = tetapan ionisasi asam lemah
.. .......Ka = tetapan ionisasi asam lemah
d. Larutan penyangga dari basa lemah
dan asam konjugasinya ( Buffer Basa )
Rumus : [OH- ] = Kb.nb/nak
.. nak = jumlah mol asam
konjugasi
.nb = jumlah mol basa lemah
... .... Kb = tetapan ionisasi basa lemah.
... .... Kb = tetapan ionisasi basa lemah.
BAB III
METODE
PENELITIAN.
3.1 Alat dan bahan.
|
No.
|
Nama Alat dan Bahan
|
Jumlah
|
No
|
Nama Alat dan Bahan
|
Jumlah
|
|
1.
|
Tabung Reaksi
|
8
|
7.
|
Larutan CH3COOH
0,1 M
|
50 mL
|
|
2.
|
Pipet tetes
|
4
|
8.
|
Larutan CH3COONa
0,1 M
|
50 mL
|
|
3.
|
Gelas Kimia
|
2
|
9.
|
Larutan NH3 0,1 M
|
50 mL
|
|
4.
|
Gelas Ukur
|
2
|
10.
|
Larutan NH4Cl 0,1
M
|
50 mL
|
|
5.
|
Kertas Indikator universal.
|
6
helai
|
11.
|
Larutan NaOH 1M
|
50 mL
|
|
6.
|
Air suling
|
Secukupnya
|
12.
|
Larutan HCl 1M
|
50 mL
|
3.2 Langkah Kerja.
Kegiatan I.
Sebagai
lamgkah pertama, sediakan dua macam larutan penyangga dengan mencampurkan
larutan sebagai berikut.
a. Ambil 10
cm3 larutan CH3COOH 0,1 M dari 10 cm3
larutan CH3COOH
0,1 M, campurkan dalam sebuah gelas kimia, kemudian simpan larutan ini untuk
pengujian selanjutnya.
b. Ulangi langkah pertama
dengan larutan NH3 0,1 M dan larutan NH4CL 0,1 M,
campurkan dalam gelas kimia yang lain. Simpan kembali campuran ini untuk
pengujian berikutnya.
c. Ambil sedikit air
suling pada gelas kimia yang lain. Kemudian ambil tiga lembar kertas indicator
universal, celupkan kedalam air dan kedua campuran larutan. Perhatikan warna
kertas indicator. Berapa PH-nya dan bagaimana sifat asam-basanya?
d. Catatlah hasil
pengamatan pada tabel pengamatan, kemudian diskusikan jawaban dari
pertanyaan-pertanyaannya.
Kegiatan II
a. Sebelum
menggunakan larutan penyangga, sebagai langkah pertama, sediakan 2 buah tabung
reaksi masing-masing dengan 5 mL air.
Teteskan 1 tetes HCl 1M pada tabung I dan 1 tetes NaOH 1M pada tabung II. Pada
masing-masing tabung reaksi dengan kertas indicator universal. Berapakah
pH-nya?
b. Sediakan
3 tabung rekasi yang lain, isi masing-masing dengan larutan penyangga yang
terdiri dari campuran larutan CH3COOH dan larutan CH3OOONa
sebanyak 5 cm3. Kemudian teteskan 1 tetes larutan HCl 1 M ke dalam
tabung (I), 1 tetes larutan NaOH 1 M kedalam tabung (II), dan 20 tetes air
kedalam tabung (III). Uji PH larutan pada masing-masing tabung reaksi dengan
kertas universal. Berapakah pH-nya?
c. Ulangi
langkah (b) dengan mengunakan larutan penyangga yang terdiri dari campuran
larutan NH3COOHdan larutan CH3COONa. Ujilah pH larutan
pada masing-masing tabung reaksi dengan kertas indicator universal, berapakah
pH-nya?
BAB IV
HASIL PENGAMATAN
DAN ANALISIS DATA
4.1 Hasil Pengamatan.
Kegiatan I
|
No.
|
Zat yang Diuji
|
pH
|
|
1.
|
Air
|
7
|
|
2.
|
CH3COOH + CH3COONa
|
2
|
|
3.
|
NH3 + NH4Cl
|
6
|
Kegiatan II
|
No.
|
Zat yang diuji
|
pH setelah penambahan
|
||
|
HCl
|
NaOH
|
Air
|
||
|
1.
|
Air
|
2
|
8
|
7
|
|
2.
|
CH3COOH + CH3COONa
|
2
|
2
|
2
|
|
3.
|
NH3 + NH4Cl
|
5
|
5
|
6
|
4.2 Evaluasi Praktikum.
1. Apakah yang dimaksud
larutan penyangga?
-Larutan penyangga atau larutan
buffer adalah larutan yang dapat mempertahankan pH pada kisarannya.
Jika pada suatu larutan penyangga ditambah sedikit asam atau ditambahkan
sedikit basa atau diencerkan, maka pH larutan tidak berubah.
2. Tuliskan reaksi
ionisasi dari larutan penyangga yang terdiri campuran CH3COOH(aq)
dan CH3COONa(aq)!
- Reaksi ionisasi CH3COOOH.
CH 3 COOH (aq) -->
CH 3 COO - (aq) +
H + (aq)
- Reaksi ionisasi CH3COONa.
CH 3 COOH (aq) +
NaOH (aq) --> CH 3 COONa (aq) +
H 2 O (l)
3. Tuliskan reaksi ionisasi dari larutan penyangga
yang terdiri dari NH3 dan NH4Cl!
- Reaksi ionisasi NH3.
NH 3 (aq) +
H + (aq) --> NH 4 + (aq)
- Reaksi ionisasi NH4Cl.
NH 3(aq) + HCl (aq) --> NH 4 Cl (aq)
4. Sebutkan pasangan asam basa konjugasi dari
reaksi-reaksi pada soal nomor 2 dan 3!
- Reaksi ionisasi CH3COOOH.
CH 3 COOH (aq) -->
CH 3 COO - (aq) +
H + (aq)
- Reaksi ionisasi CH3COONa.
CH 3 COOH (aq) +
NaOH (aq) --> CH 3 COONa (aq) +
H 2 O (l)
- Reaksi ionisasi NH3.
NH 3 (aq) +
H + (aq) --> NH 4 + (aq)
- Reaksi ionisasi NH4Cl.
NH 3(aq) + HCl (aq) --> NH 4 Cl (aq)
5. Bagaimanakah pengaruh penambahan sedikit asam,
sedikit basa, dan pengenceran terhadap suatu larutan penyangga?
- jika asam atau basa ditambahkan ke larutan bukan
penyangga maka perubahan pH larutan akan sangat mencolok. Pengenceran larutan
merupakan penambahan air (H 2 O) pada larutan. Air (H 2 O)
akan mengalami reaksi kesetimbangan menjadi H + dan OH -,
namun H 2 O yang terurai sangat sedikit. Pembahasan lebih
lanjut dapat dilihat pada bab II Tinjauan pustaka tentang Prinsip larutan
penyangga.
6. Berikan 2 contoh campuran larutan lain yang
menghasilkan larutan penyangga!
- asam
bikarbonat, hemoglobin, dan oksihemoglobin.
- Dalam sel
darah merah terdapat sistem penyangga sebagai berikut :
-H3PO4-
+ H2O --->HPO42- + H3O+
7. Larutan Penyangga digunakan pada mekanisme pengaturan pH dalam tubuh
manusia. Contoh keseimbangan ion-ion CO3-2 dan H2CO3
dalam darah yang membentuk larutan penyangga menjaga agar pH tidak terlalu
banyak mengalami perubahan pada saat ada gangguan. Jika pengaturan pH itu
gagal, maka aktivitas enzim yang sangat peka terhadap pH akan menurun dengan
tajam dan berakibat fatal. Mengapa demikian?
- Karena enzim juga sangat terpengaruh oleh pH. Perubahan pH dapat
mempengaruhi perubahan asam amino kunci pada sisi aktif enzim sehingga
menghalangi sisi aktif bergabung dengan
substratnya. pH optimal yang diperlukan berbeda-beda, tergantung jenis
enzimnya. Ada enzim yang tahan dalam suasana asam di lambung contohnya Hormo
gastrin, enzim pepsin, enzim renin, dan lipase. Jika terdapat enzim yang tidak
tahan dengan suasana asam makan akan terjadi denaturasi (Enzim akan rusak).
8. Larutan penyangga juga banyak digunakan pada bidang industri dan
penelitian. Berikan contohnya masing-masing satu buah!
- Dalam bidang penelitian.
Dalam bidang biokimia, kultur jaringan dan
bakteri mengalami proses yang sangat sensitif terhadap perubahan pH. Darah
dalam tubuh manusia mempunyai kisaran pH 7,35 sampai 7,45 dan apabila pH darah
manusia di atas 7,8 akan menyebabkan organ tubuh manusia dapat rusak, sehingga
harus dijaga kisaran pHnya dengan larutan penyangga.
-Dalam bidang Industri.
Berikut beberapa contoh larutan penyangga alami yang ada
dalam darah dan ludah, dan larutan penyangga buatan tanaman hidroponik
dan industri pengolahan limbah.
dalam darah dan ludah, dan larutan penyangga buatan tanaman hidroponik
dan industri pengolahan limbah.
BAB V
KESIMPULAN
- Larutan CH3COOH dan CH3COONa merupakan larutan peyangga yang terdiri dari asam lemah dengan basa konjugasi/garam
- Larutan CH3COONa bertindak sebagai basa konjugasi/garam
- Larutan CH3COOH bertindak sebagai asam lemah
- Perbandingan antara pH awal dengan pH setelah penambahan HCl, NaOH maupun air suling adalah menurut teori tetap, namun dalam penambahan sedikit asam/basa maupun pengenceran tidak mengubah pH secara signifikan.
- Dalam pengamatan ini mungkin dapat terjadi kesalahan pH karena kurang teliti ataupun kesalahan saat pemberian titrasi.

Tiada ulasan:
Catat Ulasan